Selasa, 31 Maret 2009

Profil Si Merah

Motor Super Cup 800 (Si Merah) yang saya punya ini dilahirkan pada tahun 1982. Namun pada saat itu motor ini belum menjadi milik saya. Ya, saat itu pemilik pertamanya adalah orang lain yang saya lupa namanya. Beberapa tahun kemudian, akhirnya motor ini jatuh ke tangan saya. He2, sebenarnya sih gak betul2 ke tangan saya, tapi ke tangan bokap.

Setelah saya duduk di bangku SMP kelas 3, saya memohon ke bokap biar motor tersebut dikasih ke saya.  Dengan teknik lobi yang sedemikian rupa akhirnya motor tersebut jadi juga dilimpahkan ke saya. Sejak saat itulah Si Merah mulai menemani hari-hari saya. Petualangan pertama adalah jalan-jalan dengan Si Merah 15menit sebelum jam masuk sekolah. Niatnya sih jalan-jalan sebentar, tapi karena terlanjur asik akhirnya gak terasa sampe sekolah terlambat lebih dari 30 menit. Lagi2 saya harus cari alasan biar gak dihukum. Melihat Si Merah yang usianya sudah tidak muda lagi, saya jadi berfikir untuk menjadikannya alasan. Ya, saya beralasan kalau Si Merah mogok saat perjalanan ke sekolah sehingga saya. Alhasil gurupun percaya karena tahu kondisi motor yang sudah tua. Oh ya, itu tadi adalah hal yang tidak baik dan tidak patut ditiru, tapi asyik juga sih, he2.

Sekarang ini Si Merah masih tetap menemani keseharian saya. Dia menjadi kendaraan andalan saya saat berangkat dan pulang kampus, pulang kampung dan pergi kampung, dan beberapa touring ke luar kota. Pokoknya banyak banget dah track recordnya...

0 Responses: